1. Ulah Bian


kayaknya emang lisa ditakdirkan untuk bersabar dikehidupannya, bukannya mau lebay atau gimana, cuma gimana ceritanya di pagi buta, langit aja masih gelap, si sabian malah kejar-kejaran sama ayam.

oke, mungkin emang bener niatnya buat sarapan nanti, cuma masalahnya adalah, dia ngejar ayam itu sampai patahin spion motornya pak sugeng, si tetangga galak yang rumornya bisa matahin kaki sekali ngamuk.

pengen rasanya lisa ngapokin bian, tapi lihat wajah oonnya, dia jadi ga tega sendiri. akhirnya lisa lah yang madep ke pak sugeng, dan tebak, anak gadis itu diapain.

dia diamuk, dimaki sampe diseret buat benerin spion itu, laki-laki peot itu juga ngancem lisa supaya mau bayar ganti rugi motor ducati merah miliknya yang katanya mahal banget.

lisa cuma bisa iya-iya, mau ngeluarin jurus muay thai, boxing sama taekwondo nya, cuma dia harus acting sok polos dan tegar supaya cocok sama sikon karena emang pihak dia yang salah.

tapi kalian tau lah siapa yang diamuk disini, neng lalisa marieline ghofur, anak pak yanto ghofur sang pemilik kebun sawit, perusahaan tekstil, kantor jasa security dan kosan yang diisi para bucinan anak gadisnya.

salah satu penghuni kosan itu, lebih tepatnya bucinan lisa, alan, si ketua BEM FISIP, salah satu mahasiswa hukum terbaik diangkatnya sekaligus orang gila yang demen makan rumput akhirnya tidak tahan, dengan emosi yang membludak, dia ngadep pak sugeng sambil bawa buku undang-undang.

“assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakuh, atas izin Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya di pagi hari ini kepada kita semua hingga kita bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat, saking sehatnya kita bisa teriak-teriak sambil nyeret badan orang padahal udah mau mati,”

juneadi ngerutin palanya, ikutan pusing setelah denger pembukaan pidato dari alan yang dia 100% yakin kalau kalimat itu hasil hapalan dia waktu sd.

alan berdehem, “saya disini ingin memberi pembelaan kepada saudari lalisa dan menjatuhi dakwaan terhadap anda,”

pak sugeng miringin kepalanya bingung, isi kosan disamping rumahnya emang ga ada yang bener ya? mulai dari pagi buta ngejar-ngejar ayam, sampe sidang dadakan serasa simulasi dugaan narkoba di menjelang subuh.

“disini, saya merasa tindakan yang dilakukan bapak telah melewati batas dan dapat dijerat oleh pasal 335, ayat (1) butir 1 KUHP yang berbunyi: Barang siapa melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan atau dengan memaki ancaman kekerasan baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.” ujar alan sok patriotik.

lisa cuma bisa geleng-geleng kepala, dia narik alan mundur kebelakang badan dia dan minta maaf ke arah pak sugeng.

“maaf ya pak, kami akan ganti rugi secepatnya,” cepet-cepet lisa bungkuk dan narik alan buat masuk, diikuti oleh june dan bian.

alan berdecih kesal, “kenapa sih sa, lu tuh jadi orang baik banget, laki-laki peot macam dia tuh patut diberi pelajaran,” pemuda itu menggerutu.

“udah gausah sok gak bersalah deh, sekarang lebih baik kita ngumpulin duit buat ganti rugi,”

mereka semua diam, june sama alan juga cuma bisa saling bertatapan, mereka berdua bukan orang kaya yang bisa bayar servis ducati walau seperempatnya, itu mahal banget woy.

sabian ngelirik ketiganya lalu berlagak sok patriotis, “udah tenang, gue aja yang ganti rugi,” bian lalu menatap pada june, berbicara pelan, “gimana? udh keliatan kek pahlawan kesiangan belum?”

june menggeram kesal, “lu ga keliatan patriotik sama sekali, lu itu penyebab masalah yang baru ngeh sampe ngorbanin perempuan,”

sabian terdiam, melirik sekilas pada lisa dan alan yang diam, sejujurnya mereka semua setuju dengan ucapan june, apalagi bian sudah merasa sangat tertampar, terjungkal, terguling-guling.

“yaudah maaf, nanti langsung gue kasih sendiri,” bian murung, berjalan lunglai ke arah kamarnya.

lisa berkedip, menatap sedih pada june, “ya biarkan saja dia merefleksikan dirinya sendiri. masih lebih baik daripada tidak sadar sama sekali.”

gadis itu beranjak, berjalan kembali ke kamarnya, meninggalkan june dan alan tercenung di ruang tamu belakang yang horornya mashaallah sekali.

tapi bukannya takut, ya pantas aja sih, kombinasi si brandalan alim dan manusia realistis, mereka malah milih main catur sambil nunggu subuhan.

sayang kalau tidur lagi.


3 tanggapan untuk “1. Ulah Bian

Tinggalkan Balasan ke manusia berhidung 1 Batalkan balasan

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai